SaPeFaM Kembali Santuni Santri Kurang Mampu, Sudah 7 Orang


Bireuen | Yayasan Sosial SaPeFaM (Santunan Pendidikan Fakir Miskin) Senin 2/12/2019 kemarin menyambangi Farhan, salah seorang santri di Dayah Istiqamatuddin Babul Jannah Serambi Aceh, Cot Keumude, Peusangan, Bireuen.

Farhan adalah seorang santri dari kalangan kurang mampu. Bahkan Farhan sudah yatim ditinggal oleh sang Ayah sejak ia masih duduk di bangku kelas 1 SD.

Anak kedua dari 4 bersaudara dari Ibu Rohana ini menjadi target penyaluran dana santunan pendidikan oleh SaPeFaM.

Kondisi keluarga Farhan tergolong sangat memprihatinkan. Ibunya, Rohana, sehari-hari bekerja mencari bahan sayuran, seperti serai (rheu) dan daun melinjo (on mulieng) untuk dibawa ke pasar dan dijualnya. Kakak Farhan di kelas 1 SMA, sedang adiknya, kelas 1 SMP, bersama Farhan di dayah yang sama. Sedang adiknya yang paling bungsu masih kecil bersama ibu.

Menurut penuturan keluarga, Farhan hanya diberi jajan 10.000 rupiah saja untuk setiap pekannya, selama ia belajar di dayah pimpinan Abon Cot Keumude. Sebuah nominal yang sangat kecil tentunya.

Yayasan SaPeFaM, yang diwakili oleh Teungku Musliadi Abdullah selaku ketua dan beberapa Teungku lainnya seperti Abi Ibnu Ali selaku pembina dan Rj Salamon serta Teungku Ibnu Hajar menyalurkan bantuan dana pendidikan sebesar 500.000 rupiah.

Kata Teungku Musliadi, dana bantuan pendidikan yang akan diberikan akan kontinyu hingga masa belajar Farhan selesai di Dayah Istiqamatuddin.


"Farhan ini adalah penerima yang ketujuh. Sebelumnya kita (SaPeFaM) sudah membantu enam santri di berbagai dayah yang ada di Aceh." Kata Teungku Musliadi.

"Umur SaPeFaM belum genap setahun, kita sudah menyantuni 7 santri. InsyaAllah akan terus kita bantu hingga akhir. Dan juga akan kita tambah lagi jumlah penerimanya. Kita berharap semakin ramai masyarakat Aceh khususnya dan umat islam pada umumnya untuk ikut serta menjadi muhsinin (donatur) dalam kegiatan ini. Terus-menerus." Harap Teungku Mus.
loading...

Post a Comment

0 Comments