Pembangunan 1.100 Rumah Dhuafa, Iskandar Al-Farlaky: Semua Tahapan Sudah Beres, Kenapa Malah Dibatalkan?


Banda Aceh | Anggota DPR Aceh Iskandar Usman Al-Farlaky mempertanyakan alasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh membatalkan pembangunan 1.100 rumah duafa.

Padahal rumah bantuan Baitul Mal tersebut sangat dibutuhkan masyarakat.

“Banyak calon penerima rumah yang ikut mempertanyakan kenapa rumah yang sudah diverifikasi batal dibangun,” kata Iskandar, Minggu (24/11/2019).

Iskandar sudah menyurati Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk mempertanyakan alasan pembatalan tersebut. Menurut politisi Partai Aceh ini, tahapan untuk pembangunan rumah bagi warga miskin tersebut sudah dilakukan, tinggal proses pembangunannya saja.

Selain itu, katanya, alokasi rumah pada Baitul Mal Aceh sudah melalui seluruh tahapan evaluasi, verifikasi, dan rapat kordinasi termasuk dengan asosiasi konstruksi, asosiasi konsultan, LPJK. Dewan Syariah Baitul Mal juga sudah setuju rumah tersebut dibangun tahun 2019 ini.

Iskandar menyebut, sekretariat Baitul Mal juga telah memerintahkan untuk langkah-langkah pekerjaan, seperti validasi ulang ke 23 kabupaten/kota, menetapkan tim pengelola, berkonsultasi dengan ULP, selanjutnya pokja untuk pembangunan rumah sudah ada yang ditetapkan berdasarkan wilayah-wilayah.

“Informasi yang kami terima sudah diverifikasi tahun 2018 itu 1.000 unit, sementara tahun 2019 ada 100 unit. DPA-nya sudah disahkan di APBA-P. Anehnya kenapa batal dieksekusi,” jelas Iskandar.

“Validasi 23 kabupaten/kota selesai dilakukan, daftar perusahaan sudah disampaikan ke ULP, namun tiba-tiba informasi yang beredar pembangunan pending dan batal dieksekusi, kenapa?,” ujar mantan ketua Banleg DPR Aceh ini.

Menurut Iskandar, pembangunan 1.100 rumah bersumber dari dana infaq Baitul Mal dengan pagu anggaran Rp 88 miliar. Nilai per-unit rumah yaitu Rp 80 juta.

“Masyarakat sudah pasti memiliki pertanyaan yang sama. Apalagi bagi mereka yang sekarang sangat berharap rumahnya bisa segera dibangun oleh pihak Baitul Mal. Kita berharap ada penjelasan yang objektif dan bisa segera dikerjakan demi kepentingan masyarakat banyak,” ungkapnya. (*)

Acehsatu
loading...

Post a Comment

0 Comments